Mengapa Manusia Susah Untuk Menerima Nasehat ?

http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20090213090735AAGSTr2

Mengapa manusia susah untuk menerima nasehat ?

Baniadams ditanyakan 5 tahun yang lalu

Jawaban

aman hs Dijawab 5 tahun yang lalu

Karena ego dan kesombongan yang ada pada dirinya.

Selagi manusia merasa dirinya selalu di posisi yang paling benar maka susah baginya menerima nasehat dan pendapat orang lain.

Selagi manusia menganggap dirinya selalu lebih baik dan lebih hebat dari orang lain, dia akan susah menerima petunjuk yang datang lewat orang lain.

Jazzakmullah khairan katsiran…

PELAJAR. Dijawab 5 tahun yang lalu
HATI

Apabila HATI ini telah RUSAK, maka seluruh tubuh puh akan RUSAK.

“Ingatlah, bahwa didalam tubuh ada segumpal darah. Jika segumpal darah itu baik (sehat) seluiruh tubuhpun akan menjadi baik.Namun, jika segumpal darah itu sakit, seluruh tubuh pun akan menjadi sakit. Ketahuilah segumpal darah itu adalah hati,” (HR Bukhari).

“Akan tiba satu jaman atas manusia dimana perhatian mereka hanya tertuju pada urusan perut dan kehormatan mereka hanya benda semata-mata. Kiblat mereka hanya urusan wanita (seks) dan agama mereka adalah harta mas dan perak. Mereka adalah makhluk Allah yang terburuk dan tidak akan memperoleh bagian yang menyenangkan di sisi Allah”. (HR. Ad-Dailami)

Na’udzubillah himindzalik, celakalah kita ……..
Mudah-mudahan tidak tergolong kepada golongan di Hadits ke 2. Amiin.

war_SID Dijawab 5 tahun yang lalu
banyak pengaruhnya, yaitu…, kondisi yang di nasihati, yang kedua emang manusia punya ego yang cukup tinggi,,,
Sumber:
inspirasiku

V_e_L Dijawab 5 tahun yang lalu
karena nasehat itu umumnya bersifat memberikan masukan / kritik atas tindakan kita yg dinilai salah oleh orang lain.
mengapa susah menerima nasehat krn gengsi, tidak mau menerima masukan dr orang lain, dan tidak mau mengaku salah bila salah.

stovena vostane vestona stevano Dijawab 5 tahun yang lalu
karna nasehat susah mau masuknya.
manusia cenderung anti pd nasrhat yg sudah basi …

Amix Dijawab 5 tahun yang lalu
Mungkin waktux ga tepat saat memberi nasehat,
“orang lagi naik pitam di nasehati???? wah ga efektif donk”

Biasanya hati orang lebih terbuka kalau lagi enak perasaannya

kedua cara menasehati sangat mempengaruhi juga, berikan nasehat yang baik yang sifatnya masuk akal, tidak memerintah, sopan santun dan etika berbahasa di jaga

ok itu pendapat saya kalau ada yang keliru mohon di betulkan
makasih………. pertannyaannya baguzzz (bermanfaat) buat yg baca

victor xXx Dijawab 5 tahun yang lalu
sebab yg menggurui belum tentu lebih pintar..

.itu hukum karma.

si orang yg memberi nasehat pada seseorang itu pastilah orang yg keras kepala. yaitu orang yg tidak mau menerima masukan dari orang lain. akibatnya ia tidak di dengarkan oleh orang lain juga.

shiroma Dijawab 5 tahun yang lalu
Karena manusia keras kepala

(dikasi tau yang bener bilang salah, dikasi tau yang salah bilang bener)
Sumber:
Saya juga manusia lho ! garansi uang kembali.

Christine C Dijawab 5 tahun yang lalu
mungkin dia malu…..

mungkin dia sombong …..

atau mungkin telinganya ada kelainan..jadi pendengarannya suka bias..
Sumber:
mungkin aja

← Nabi → Hon.Causa XD Dijawab 5 tahun yang lalu
Bisa jadi yang menasehati lah yang perlu nasehat..

aloha Dijawab 5 tahun yang lalu
walau die cuek kl dinasehatin tapi sy pikir satu saat(kl lagi eling) dia akan merenungi nasehat itu….makanya jangan bosan nasehatin orang kl untuk hal2 kebaikan tapi dengan tata cara yg positif…gitu looh…

Peace of WAR Dijawab 5 tahun yang lalu
karena nasehat itu sering di dampingi dengan perintah atw menyuruh…….
Sumber:
klo ingin memberi nasehat ya nasehat……klo orang itu mau ngekuin nasehat kita ya bagus…..klo tidak ya juga gpp
1
Komentar
densyah Dijawab 5 tahun yang lalu
karena manusia punya hati……..didalam hati
ada kasih dan amarah
yang slalu bertolak belakang
makanya kadang susah kadang gampang menerima nasehat
selama nasehat itu baik lanjutkan aja bro

ok….!!!!!!

Hotelier Dijawab 5 tahun yang lalu
Well…

Karena manusia mempunyai Free Will ( Kehendak Bebas )

Semoga Jelas,

Cheers,
Sumber:
Catholic Church

harno Dijawab 5 tahun yang lalu
Nah itu kadang-kadang macam saya,
karena saya punya perasaan bahwa orang yang memberi nasihat itu kemampuannya, pendidikan, pemahaman terhadap point nasihat itu di bawah saya. Padahal, kadang penyangkalan saya terhadap nasihat itu terkadang hanya gengsi sesaat saja. Selanjutnya kadang saya olah lagi dan saya bisa menerimanya.
Kadang kalau tahu kalau itu salah menurut penerimaan saya maka akan sampaikan argumen.
Kalau versi anda bagaimana?
Salam.

Lingsar Dijawab 5 tahun yang lalu
Tergantung apa isi nasehatnya..
Kalau nasehatnya benar dan bisa dipertanggungjawabkan serta bisa ditelaah dengan segala logika, maka pasti orang akan senang menerimanya.
Tapi jika nasehatnya hanya sekedar memaksakan buah fikiran dari egonya sendiri, wah… bisa-bisa orang malah balik menasehati kita.

Didalam hidup beragama juga banyak nasehat para nabi yang tidak mau kita dengarkan, sebab nasehat itu bisa mengecilkan ego kita…
Sedangkan nasehat yang bersifat memuji kita, pasti kita akan junjung tinggi.

Ini contoh nyata.
Ketika nabi menasihatkan bagi umat islam untuk berjihad…….
Sepontan saja semua umat islam merasa bangga dan seketika itu juga langsung merasa beriman.
Tapi ketika nabi menasihatkan untuk meyakini semua kitab sebelumnya…
Apa yang terjadi…. pura-pura nggak tau….
Ya… tentu saja, karena jika diyakini, bisa anjlok harga diri ini.

Maaf ya.. bagi sudara saya yang muslim, bukan maksun untuk menghina, tapi itu hanya sekedar contoh…
Di masyarakat saya juga banyak yang seperti itu..
Sekali lagi maaf.

Terimakasi.
1
Komentar
preman nusantara Dijawab 5 tahun yang lalu
dua kemungkinan:
terlanjur beku hatinya atau nasehatnya yang terlanjur ‘basi’ ….

ustadz biasa Dijawab 5 tahun yang lalu
ada dua faktor:
1. Eksternal:(dari orang yang memberi nasihat),…materi nasihat ngaco atau tidak berdasar kuat, gaya menyampaikan nasihat tidak simpatik, attitude dari orang yang menyampaikan nasihat itu tidak mencerminkan materi yang dinasihatkan.
maksudnya orang cenderung lebih sulit menerima nasihat jika nasihatnya sendiri tidak memiliki dasar kuat,…. atau cara menyampaikannya bersifat menggurui, atau,…. yang menyampaikan nasihat itu orang yang berperangai buruk atau tidak bisa dijadikan panutan,:
misalnya:,,…. orang akan sulit menerima nasihat tentang shalat dan beramal salih dari seorang preman yang tak pernah shalat dan sering melakukan kejahatan

2. faktor internal (dari yang diberi nasihat)
gengsi atau sombong: biasanya kalau nasihat itu sesuai dengan apa yang sudah dia lakukan, dia bilang,”Ah, aku juga tau,… aku juga sering melakukan itu,….dst
kalau ternyata dia belum melakukan,…. dia bilang yah aku juga berpikiran kaya gitu tapi belum sempet aja,…..

tidak mengerti: dia memang belum paham akan materi yang disampaikan,… kalau penjelasannya lebih runut dan sesuai dengan cara berfikir dia kemungkinan besar akan diterima juga (ini sebabnya bagi orang yang menasihati tidak boleh bosan, tapi harus sabar dan terus mencari cara penyampaian yang lebih santun tapi jelas

belum mengerti bahwa menerima nasihat baiik itu sangat bermaafaat dan sebaliknya, menolak mengingkari nasihat baik itu berbahaya dan sangat merugikan dirinya sendiri,……..
ini yang kebanyakan terjadi diantara kita,…… padahal salah satu syarat utama untuk bisa pintar adalah,…..mendengarkan perkataan,,…kemudian mengikuti yang terbaik daripadanya,….

nah begitu tu,….
nanti ada lagi penjelasan rinci mengenai pengaruh setan atas manusia yang bertujuan agar manusia itu tidak berubah ke arah yang lebih baik,……..atau kalau bisa bergeser ke arah yang lebih buruk,….
Sumber:
Quran
Ihya Ulumuddin Al Ghazali

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s